Produksi Panca Logam Dihentikan, Dinas ESDM Sultra Diminta Bertanggung Jawab Atas Nasib Karyawan

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

KENDARI,JURNALKITA.ID—Puluhan karyawan dan pekerja tambang PT Panca Logam Makmur (PLM) yang
tergabung dalam Solidaritas Pekerja Tambang Bombana, menggelar aksi di Kantor ESDM Sultra,
Senin (30/11/2020).

Mereka menuntut Dinas ESDM Sultra bertanggung jawab atas nasib ratusan pekerja PT PLM, yang terancam di
PHK akibat keputusan Dinas ESDM menghentikan sementara produksi PLM.

Para pekerja menilai keputusan pemberhentian seluruh kegiatan produksi pertambangan PT.Panca
Logam Makmur (PLM) Grup oleh Dinas ESDM Sultra dinilai sebagai keputusan yang tidak berpihak
kepada nasib karyawan yang bekerja di Perusahaan tersebut.

Koordinator Lapangan (Korlap) Solidaritas Pekerja Tambang Bombana, Hamdan mengungkapkan, jika
pemberhentian produksi PT Panca Lgam Makmur terus berlanjut, maka gelombang Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK) terhadap kurang lebih 70 orang karyawan di Perusahaan tersebut tak dapat dihindarkan akibat
tidak adanya kegiatan produksi yang berjalan. “Apalagi dimasa pandemi covid-19 sangat susah untuk
mencari pekerjaan,” katanya.

Para pekerja menuntut Dinas ESDM Sultra bertanggungjawab atas nasib pekerja tambang, akibat
penghentian operasi produksi PT Panca Logam Makmur. “Apabila terjadi PHK, maka Dinas ESDM
Sultra harus membayar upah karyawan secara penuh setiap bulan maupun pesangon sesuai dengan
ketentuan yang berlaku,” kata Hamdan.

Para pekerja menginginkan agar PT. PLM tetap melakukan produksi sehingga para pekerja tambang
tidak kehilangan mata pencaharian dan program pemberdayaan dan CSR perusahaan tetap berjalan.

Hamdan menilai, persoalan internal perusahaan PT PLM yang menjadi dasar diterbitkannya surat
pemberhentian sementara operasi Panca Logam oleh Dinas ESDM tidak berdasar. Sebab, semestinya
persoalan itu didorong dan diselesaikan melalui RUPS perusahaan dan melalui mekanisme undang-
undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. “Dinas ESDM Sultra tidak memiliki dasar
hukum yang kuat untuk menghentikan produksi PT PLM,” tuturnya. (Red)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *